daya-tarik-bukit-kelam-destinasi-alam-kalimantan

Daya Tarik Bukit Kelam Destinasi Alam Kalimantan

Daya Tarik Bukit Kelam Destinasi Alam Kalimantan. Bukit Kelam di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali jadi destinasi alam yang paling banyak dibicarakan di awal 2026 ini. Batu monolit raksasa setinggi 900 meter di atas permukaan laut ini merupakan salah satu batu terbesar di dunia, dengan luas sekitar 400 hektare. Keindahannya yang dramatis, mitos lokal yang kental, serta trek pendakian menantang membuatnya jadi daya tarik utama bagi pecinta alam dan petualangan. Kunjungan wisatawan meningkat signifikan belakangan, berkat akses yang lebih baik dan promosi ekowisata yang menonjolkan keunikan geologi serta budaya Dayak sekitar. BERITA BOLA

Keunikan Geologi dan Mitos Lokal: Daya Tarik Bukit Kelam Destinasi Alam Kalimantan

Bukit Kelam terbentuk dari batuan granit hitam yang muncul tiba-tiba di tengah dataran rendah, menciptakan kontras visual menakjubkan dengan hutan tropis hijau di sekitarnya. Dari kejauhan, batu raksasa ini tampak gelap dan misterius, sehingga dinamai “Kelam” yang berarti gelap dalam bahasa Dayak. Permukaannya curam hampir vertikal di beberapa sisi, dengan vegetasi tipis yang tumbuh di celah-celah batu.

Mitos Dayak menyebut Bukit Kelam sebagai batu sakti yang dibawa oleh dewa dari langit untuk tutupi lubang besar di bumi, atau versi lain sebagai perahu raksasa yang membatu. Cerita rakyat ini masih hidup di masyarakat sekitar, sering diceritakan saat pendakian atau upacara adat. Di puncak, ada gua kecil dan sumber air alami yang dianggap keramat, tambah nuansa mistis yang bikin pengalaman lebih dari sekadar hiking biasa.

Pengalaman Pendakian dan Pemandangan: Daya Tarik Bukit Kelam Destinasi Alam Kalimantan

Pendakian Bukit Kelam menawarkan tantangan sekaligus kepuasan luar biasa. Trek dimulai dari kaki bukit di Desa Kebong, dengan jalur tangga besi dan tali pengaman di bagian curam—total sekitar 3-5 jam naik tergantung kondisi fisik. Sepanjang perjalanan, pemandangan hutan primer, air terjun kecil, dan flora endemik seperti anggrek hitam menemani langkah.

Di puncak, panorama 360 derajat membentang luas: hamparan hutan Kalimantan Barat, Sungai Kapuas yang berkelok, hingga pegunungan Muller di kejauhan. Sunrise atau sunset dari atas batu raksasa ini jadi momen paling dicari, dengan kabut pagi yang sering menyelimuti seperti lautan awan. Malam hari, camping di area datar puncak beri pengalaman stargazing tanpa polusi cahaya, dengan suara satwa hutan sebagai backsound alami.

Upaya Konservasi dan Wisata Berkelanjutan

Bukit Kelam bagian dari kawasan konservasi geopark nasional, dengan upaya pelestarian semakin serius. Masyarakat Dayak lokal ikut aktif jaga kebersihan jalur, batasi jumlah pendaki harian, dan larang pengambilan batu atau tanaman. Pendapatan dari tiket masuk dan homestay desa sekitar langsung dukung patroli hutan serta edukasi lingkungan.

Belakangan, fasilitas seperti pos istirahat, papan informasi mitos, dan guide berpengalaman semakin lengkap, tapi tetap minim agar nuansa alam tak hilang. Wisata berkelanjutan ini membuat Bukit Kelam tak hanya destinasi foto, tapi juga tempat belajar geologi dan budaya Dayak yang hidup harmonis dengan alam.

Kesimpulan

Daya tarik Bukit Kelam terletak pada keunikan batu monolit raksasa yang dramatis, mitos lokal yang kaya, serta pengalaman pendakian penuh tantangan tapi memuaskan. Pemandangan epik dari puncak, udara segar hutan tropis, dan cerita budaya Dayak membuatnya jadi destinasi alam Kalimantan Barat yang tak tergantikan. Dengan konservasi kuat dan akses relatif mudah dari Sintang, Bukit Kelam cocok bagi yang mencari petualangan sejati. Kunjungi segera, dan rasakan sendiri keajaiban batu sakti yang berdiri megah di tengah Borneo—pengalaman yang pasti bikin takjub dan ingin kembali lagi!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *